Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto DITKESAD

Hotline 3840484

You need flash plugin to see this free flash header. More information on this free flash header.

 
KLINIK PARU

Klinik ParuSEMAKIN DINI KANKER PARU DITEMUKAN,
SEMAKIN TINGGI ANGKA USIA HARAPAN HIDUP

Kanker paru adalah pertumbuhan neoplastik (tumor) yang bersifat ganas, berasal dari salah satu jenis sel di dalam saluran napas (bronkus).

Faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker paru pada perokok:

  • Usia perokok ketika mulai terbiasa merokok
  • Jumlah batang rokok yang dihisap setiap harinya
  • Lamanya kebiasaan merokok
  • Dalamnya menghisap rokok
  • Kadar tar dalam rokok

Penelitian di Indonesia maupun di dunia membuktikan bahwa sebagian besar atau kira-kira 80% kanker paru disebabkan oleh kebiasaan merokok.

Gejala kanker paru biasanya tidak khas, dapat berupa:

  • Gejala umum
  • Kelemahan umum
  • Tidak nafsu makan
  • Penurunan berat badan

GEJALA PARU

  • Batuk
  • Banyak berdahak
  • Batuk darah
  • Sesak napas
  • Nyeri dada

Kanker paru adalah penyakit kanker tersering ditemukan pada laki-laki

Kanker paru berhubungan erat dengan merokok

Kelompok risiko tinggi terkena kanker paru:

  • Usia 40 tahun ke atas
  • Perokok
  • Perokok pasif
  • Bekerja di lingkungan yang terpapar karsinogen
  • Riwayat kanker pada anggota keluarga

Karsinogen adalah bahan atau zat yang dapat menimbulkan Kanker

Kelompok risiko tinggi sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri secara berkala.

Deteksi dini kanker paru dianjurkan pada kelompok risiko tinggi sebelum timbul gejala, dan dilakukan dengan:

Pemeriksaan foto Ronsen dada secara berkala setiap 6 bulan. Deteksi dini kanker paru diharapkan dapat menemukan kanker paru pada stadium dini.

CARA TERBAIK PENCEGAHAN KANKER PARU:

  • Jangan mulai merokok
  • Segera berhenti merokok bila telah merokok
  • Hindari asap rokok
  • Patuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja